Breaking News

Pemkab Keerom Salurkan Insentif Rp1,4 Miliar untuk Ratusan Guru di Wilayah 3T

Ukuran Teks

Timurnewsupdate.Com-KEEROM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom menyalurkan insentif tambahan penghasilan sebesar Rp1,4 miliar kepada ratusan guru dan tenaga pendidik yang bertugas di wilayah 3T, meliputi Distrik Senggi, Arso Timur, Waris, Kaisenar, Web, Yaffi, dan Towe. Penyaluran insentif tersebut berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Senggi, Senin (31/8/2026),

Anggaran bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pembayaran periode Januari hingga Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, para kepala distrik, kepala kampung, kepala sekolah serta guru dan tenaga pendidik.

Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP, mengatakan penyaluran insentif tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Keerom.

“Pemkab Keerom menyalurkan Rp1,4 miliar bagi guru-guru sesuai dengan visi dan misi yang sudah kita wujudkan. Setiap tahun akan dievaluasi dan ditingkatkan di tahun yang akan datang,” kata Piter.

Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan guru menjadi salah satu elemen penting yang terus dibenahi pemerintah daerah.

Bupati meminta seluruh guru untuk tetap fokus menjalankan tugas profesi dan panggilan sebagai pendidik. Ia menegaskan bahwa guru merupakan salah satu pilar penting dalam menentukan masa depan generasi muda.

“Saya minta guru-guru fokus, disiplin dan loyal pada tugas serta panggilan sebagai guru. Ini adalah tugas yang mulia dan istimewa. Apa pun keadaannya, itu tidak menjadi alasan untuk tidak berada di tempat tugas. Layani anak didik dengan baik,” tegasnya.

‎Bupati Gusbager menambahkan, masa depan bangsa dan Papua berada di tangan para guru karena kualitas manusia menjadi salah satu faktor penting dalam kemajuan sebuah daerah dan bangsa.

‎Pemkab Keerom juga menyiapkan fasilitas seperti laptop, komputer, Starlink atau akses internet dan kebutuhan lainnya bagi sekolah dan tenaga guru agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik.

‎Lebih lanjut ia meminta dukungan masyarakat dan orang tua untuk memastikan anak-anak tetap berada di sekolah selama jam belajar. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi anak yang meninggalkan sekolah selama berminggu-minggu hanya karena mengikuti orang tua ke dusun atau aktivitas lainnya.

‎Kepala sekolah juga diminta aktif melaporkan kondisi sekolah, termasuk apabila terdapat kekurangan tenaga pendidik.

‎

“Kita harap dukungan masyarakat menjadi sebuah sistem yang satu untuk mendukung anak-anak agar rajin belajar demi masa depan Keerom,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Keerom berkomitmen terus membenahi sektor pendidikan secara bertahap melalui kerja sama pemerintah, guru, sekolah, orang tua dan masyarakat. (@mr)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.