Breaking News

Meriahkan Hari Pangan Sedunia, UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Uncen Hadirkan Job Fair dan Festival Kewirausahaan Pangan Lokal

Ukuran Teks

JAYAPURA– Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Cenderawasih (Uncen) sukses menyelenggarakan *Job Fair dan Festival Kewirausahaan Pangan Lokal Papua* yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Oktober 2026, bertempat di Uncen Park, Jayapura. Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Pangan Sedunia ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia kerja, sekaligus memperkuat semangat kewirausahaan mahasiswa berbasis potensi pangan lokal dan kekayaan alam Papua.

Kegiatan tersebut mencatat capaian menggembirakan dengan keikutsertaan 325 peserta dalam sesi Career Talk, serta partisipasi 76 tenan usaha mahasiswa Universitas Cenderawasih yang berhasil membukukan akumulasi keuntungan bersih sebesar Rp39.520.000 selama dua hari penyelenggaraan.

Capaian ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi produktif mahasiswa melalui kolaborasi dunia usaha, dunia industri, dan pelaku ekonomi masyarakat adat.

Mendekatkan Mahasiswa dan Alumni dengan Dunia Kerja

Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah Job Fair yang menghadirkan dua program, yakni Career Talk dan Preliminary Interview atau wawancara awal rekrutmen.

Sejumlah institusi dan mitra dunia kerja turut mengambil bagian, antara lain Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Telkomsel, YPPK FA Papua, LEKAT Papua, serta PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS).

Melalui sesi Career Talk, para peserta memperoleh wawasan mengenai kebutuhan kompetensi, peluang karier, budaya kerja profesional, dan strategi mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Sementara itu, sesi Preliminary Interview memberikan kesempatan bagi mahasiswa semester akhir dan alumni untuk berinteraksi langsung dengan pihak perusahaan maupun institusi yang terlibat dalam kegiatan.

Dengan demikian, Job Fair ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga sarana membangun konektivitas yang lebih kuat antara lulusan Universitas Cenderawasih dengan kebutuhan dunia kerja.

Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Literasi Ekonomi Kerakyatan

Selain menghadirkan dunia kerja, kegiatan ini juga memberikan ruang penguatan ekosistem kewirausahaan melalui layanan pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang difasilitasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, khususnya terkait Hak Cipta dan Hak Merek.

Kehadiran layanan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa dan pelaku usaha mengenai perlindungan hukum terhadap karya, inovasi, produk, serta identitas merek usaha yang mereka kembangkan.

Tidak hanya itu, penyelenggara turut menghadirkan Book Fair yang mengangkat tema pangan lokal, masyarakat adat, dan ekonomi kerakyatan. Agenda ini memperkaya kegiatan dengan perspektif literasi, pengetahuan lokal, serta gagasan tentang pembangunan ekonomi yang berpihak pada masyarakat dan keberlanjutan sumber daya alam.

76 Tenan Mahasiswa Bukukan Keuntungan Bersih Rp39,52 Juta

Daya tarik lain dari kegiatan ini adalah Festival Kewirausahaan Pangan Lokal yang menghadirkan berbagai produk dan inovasi usaha mahasiswa Universitas Cenderawasih berbasis bahan pangan lokal Papua.

Sebanyak 76 tenan kewirausahaan mahasiswa berpartisipasi dalam festival tersebut dengan menampilkan berbagai produk olahan pangan dan usaha kreatif yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal.

Dalam dua hari pelaksanaan, seluruh tenan mahasiswa secara akumulatif berhasil menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp39.520.000.

Pencapaian tersebut memperlihatkan potensi ekonomi yang menjanjikan dari kewirausahaan mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan produk pangan lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan di Papua.

Festival ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) Namblong, sehingga membuka ruang kolaborasi antara kewirausahaan mahasiswa dan kelembagaan ekonomi masyarakat adat.

Kolaborasi tersebut menjadi representasi penting dari upaya membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif, dengan menempatkan masyarakat adat sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi lokal.

Kewirausahaan Pangan Lokal sebagai Wujud Keberpihakan terhadap Alam Papua

Ketua UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Cenderawasih, Kurniawan Patma, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memfasilitasi mahasiswa semester akhir dan alumni agar semakin dekat dengan dunia kerja.

Menurutnya, keterlibatan berbagai perusahaan dan institusi dalam Job Fair diharapkan dapat memperpendek jarak antara perguruan tinggi dan pasar kerja, sekaligus memberikan pengalaman serta gambaran nyata mengenai proses rekrutmen profesional kepada mahasiswa dan alumni.

Di sisi lain, Kurniawan menekankan bahwa momentum Hari Pangan Sedunia memiliki makna yang lebih luas dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa Universitas Cenderawasih.

Semangat pangan lokal, menurutnya, perlu terus dirawat sebagai bagian dari pendidikan kewirausahaan yang tidak semata-mata mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, identitas lokal, dan keberlanjutan alam Papua.

Ia memandang bahwa kewirausahaan berbasis pangan lokal merupakan manifestasi nyata dari keberpihakan perguruan tinggi terhadap potensi sumber daya alam Papua serta pengetahuan dan praktik ekonomi masyarakat setempat.

Karena itu, pengembangan kewirausahaan mahasiswa diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga melahirkan wirausahawan muda yang memahami nilai ekologis, kultural, dan sosial dari setiap usaha yang dikembangkan.

Dari Kampus, Membangun Kemandirian Ekonomi Papua

Penyelenggaraan Job Fair dan Festival Kewirausahaan Pangan Lokal ini menunjukkan peran strategis UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Cenderawasih sebagai penghubung antara pendidikan, dunia kerja, dunia usaha, dan masyarakat adat.

Sinergi antara perusahaan, institusi pemerintah, mahasiswa, alumni, serta pelaku UMKM masyarakat adat menghadirkan model kegiatan kampus yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesiapan kerja, tetapi juga mendorong produktivitas ekonomi secara langsung.

Dengan capaian 325 peserta Career Talk dan keuntungan bersih Rp39,52 juta dari 76 tenan mahasiswa, kegiatan ini memberikan gambaran konkret mengenai besarnya potensi mahasiswa Universitas Cenderawasih dalam membangun ekosistem karier dan kewirausahaan yang produktif.

Lebih jauh, momentum Hari Pangan Sedunia menjadi pengingat bahwa pangan lokal Papua merupakan kekayaan yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diberi nilai tambah melalui kreativitas serta inovasi generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Universitas Cenderawasih menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang siap bekerja, berani berwirausaha, serta mampu menjadi penggerak kemandirian ekonomi yang berpihak pada manusia, masyarakat adat, dan kelestarian alam Papua. (Fredik)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.