Breaking News

Bupati Keerom Dorong Kajian Pangan Dan Pariwisata Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan

Ukuran Teks

KEEROM, TIMURNEWSUPDATE.COM – Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP, mengharapkan kajian kerawanan pangan Kabupaten Keerom menghasilkan data akurat yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

‎Harapan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Seminar Pendahuluan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) dan kajian Kerawanan Pangan kerjasama Pemerintah Kabupaten Keerom bersama Universitas Papua (Unipa) di Hotel Grande Arso 2, Yuwanain, Senin (12/10/2026).

Dalam arahannya, orang no.1 Kabupaten Keerom itu mengatakan bahwa kajian kerawanan pangan penting untuk memetakan kondisi riil pangan di seluruh wilayah Keerom.

Meskipun dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pangan, ketersediaan pangan tetap dapat dipengaruhi berbagai faktor yang berpotensi menimbulkan kerawanan di sejumlah wilayah.

Karena itu, kajian tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi potensi sumber pangan lokal, wilayah rawan pangan, serta kebutuhan intervensi pemerintah secara tepat.

‎Selain kajian kerawanan pangan, seminar tersebut juga membahas Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA). Kegiatan ini bertujuan menghimpun data dan informasi yang valid sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan pariwisata serta pemetaan wilayah rawan pangan.

‎Ia menegaskan bahwa hasil penelitian tersebut harus menjadi dokumen strategis yang dapat digunakan sebagai pedoman pembangunan daerah. Kabupaten Keerom memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari Skanto hingga Towe, baik wisata alam maupun destinasi yang dikembangkan pemerintah dan lembaga terkait.

‎“Kita berharap dokumen ini benar-benar menjadi pedoman dan pegangan dalam pelaksanaan kebijakan pembangunan bidang pariwisata di Kabupaten Keerom, sehingga mampu meningkatkan pendapatan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.


Bupati menyampaikan bahwa hasil kajian RIPPDA dan kerawanan pangan, bersama penelitian lain dari Unipa dan perguruan tinggi terkait, akan didorong untuk ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama DPRK Keerom sebagai landasan penyusunan regulasi daerah.

Dia juga mengapresiasi dukungan Universitas Papua dalam penelitian dan implementasi program pembangunan di Keerom serta berharap perguruan tinggi terus menghadirkan inovasi berbasis riset.

‎“Kami berharap ada terobosan-terobosan dari Unipa dan universitas lainnya sebagai center of excellence untuk menghadirkan desain riset dan inovasi yang menjadi pengungkit kemajuan Kabupaten Keerom,” tutupnya. (@mr)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.