Breaking News

‎Plt. Sekda Keerom Buka Pelatihan Siskeudes 2026, Aparatur Kampung Dituntut Kelola Keuangan Transparan dan Akuntabel

Ukuran Teks

Timurnewsupdate.Com-Keerom // Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung menggelar Pelatihan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) bagi Aparatur Kampung Tahun 2026 di Hotel Grande, Arso 2, Rabu (7/10/2026).

‎Kegiatan yang dibuka Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Keerom, Linus Pasarrang, ini berlangsung selama dua hari dan bertujuan meningkatkan kompetensi para operator administrasi keuangan kampung.

Hadir pada kegiatan tersebut, Asisten dan staf ahli bupati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung beserta pimpinan perangkat daerah, tenaga ahli pemberdayaan masyarakat kementerian, narasumber pelatihan, para kepala distrik, kepala kampung, dan undangan lainnya.

Mewakili Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP dalam sambutannya, Linus Pasarrang menjelaskan bahwa pelatihan ini berpijak pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa.

‎”Sebagaimana amanat Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, pengelolaan keuangan di tingkat kampung dilakukan melalui sistem informasi yang dikelola Kementerian Dalam Negeri. Atas amanat tersebut, dikembangkan Aplikasi Siskeudes bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, aplikasi ini membantu pemerintah kampung mengelola keuangan secara transparan, akuntabel, dan dengan standar yang sama.

‎“Mengingat pentingnya pengelolaan keuangan kampung berbasis aplikasi, kami menyelenggarakan pelatihan selama dua hari agar hasilnya maksimal,” katanya.

Kepada peserta, Linus menyampaikan lima hal diantaranya, Pertama, peserta diharapkan mengikuti setiap proses pelatihan secara cermat dan cepat beradaptasi dengan pengelolaan keuangan kampung berbasis aplikasi. Kedua, peserta menyiapkan dokumen keuangan yang dibutuhkan agar pendampingan berjalan baik. Ketiga, hal yang belum dipahami segera ditanyakan kepada narasumber agar implementasinya sesuai ketentuan yang berlaku. Keempat, pelatihan dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi. Kelima, operator yang ditunjuk diharapkan melaksanakan tugasnya dengan baik.

‎Menutup sambutannya, Linus menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tenaga ahli yang telah mendampingi aparatur kampung, khususnya operator Siskeudes, serta kepada para narasumber dan peserta yang hadir. “Selamat mengikuti kegiatan ini, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kesehatan kepada kita semua,” tuturnya. (@mr)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.