Breaking News

Polres Keerom Musnahkan 4,5 Kg Ganja serta Ratusan Botol Minuman Keras.

Ukuran Teks

Timurupdate.Com-Keerom – Pemkab Keerom bersama Polres Keerom melalui melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja dan minuman keras (miras) hasil Operasi Kepolisian serta Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Senin (17/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Mako Polres Keerom, Jalan Drs. Celcius Watae, Kampung Asyaman, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Keerom AKBP Aries Diego Kakori, S.I.K., didampingi Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP., serta Kasat Resnarkoba Polres Keerom AKP Rony Romy Samory, S.H., M.H.

Pemusnahan barang bukti ini turut dihadiri jajaran TNI-Polri, unsur Forkopimda tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud sinergitas bersama dalam upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan masa depan masyarakat Kabupaten Keerom.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari minuman keras pabrikan sebanyak ratusan botol dan kaleng, di antaranya Robinson Whisky, Anggur Gold, Anggur Api, Kawa-Kawa, Atlas, Genever, Arcadia, Vodka Balimond, Whisky Gilbeys, serta Bir Bintang. Selain itu, turut dimusnahkan 20 botol minuman keras lokal jenis Cap Tikus, satu jerigen ukuran 20 liter dan 17 jerigen ukuran 5 liter berisi minuman keras lokal jenis Cap Tikus/Stim beserta peralatan produksinya.

Sementara itu, barang bukti narkotika yang dimusnahkan berupa 108 bungkus ganja dalam berbagai ukuran dengan berat keseluruhan mencapai 4,5 kilogram.

Kapolres Keerom AKBP Aries Diego Kakori, S.I.K., dalam sambutannya menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen Polres Keerom bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam memberantas peredaran gelap narkotika dan miras ilegal.

“Tidak ada ruang bagi peredaran gelap narkotika dan miras ilegal di tanah Keerom. Penindakan hukum harus terus kita lakukan dan diimbangi dengan langkah pencegahan melalui penguatan sinergitas antarinstansi, peran aktif tokoh agama dan tokoh adat, serta partisipasi masyarakat dalam mendeteksi dan melaporkan setiap aktivitas yang berkaitan dengan narkotika maupun miras ilegal,” tegas Kapolres Keerom.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Keerom, jajaran TNI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh personel yang telah mendukung upaya pemberantasan narkotika dan miras di wilayah hukum Polres Keerom.

“Keberhasilan ini tidak boleh berhenti pada pemusnahan barang bukti. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama memutus mata rantai peredaran dan mencegah barang-barang tersebut kembali beredar di tengah masyarakat. Mari kita jaga kampung-kampung di Kabupaten Keerom agar tetap aman, damai, kondusif, dan terbebas dari ancaman narkotika serta miras ilegal,” pungkasnya.

Senada dengan Kapolres Keerom, Bupati Keerom Piter Gusbager menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Keerom atas upaya penegakan hukum dan perlindungan terhadap masyarakat. Menurutnya, pemberantasan narkotika dan miras merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Pesan-pesan moral juga disampaikan oleh para tokoh agama Kabupaten Keerom. Ketua MUI Kabupaten Keerom Kewa Aman Raden, Pastor Paroki Santo Willibrordus Arso Kota Pastor Frans Punan, FPD., Pendeta GKI Bahtera Swakarsa Pdt. L. Sarwuna, S.Th., serta Ketua PHDI Kabupaten Keerom I Made Hartana secara bersama-sama mengajak masyarakat untuk menjauhi narkotika dan miras serta memperkuat pengawasan dan pembinaan di lingkungan keluarga, kampung, dan tempat ibadah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa penutup, foto bersama, pemusnahan barang bukti secara fisik, serta penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Barang Bukti.

Polres Keerom berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pemberantasan narkotika dan miras ilegal melalui penegakan hukum, pencegahan, edukasi, serta sinergitas bersama seluruh komponen masyarakat demi terwujudnya Kabupaten Keerom yang aman, damai dan kondusif.