Timurnewsupdate– Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura bersama Pemerintah Kabupaten Keerom menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Intervensi Keamanan Pangan Tahun 2026 pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Aula Pertemuan RM. Raja Rasa, Arso Swakarsa.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari tiga program prioritas nasional, yakni Gerakan Keamanan Pangan Desa, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, dan Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan, yang bertujuan memastikan mutu dan keamanan pangan yang beredar di masyarakat Kabupaten Keerom tetap terjaga.
Forum tersebut dihadiri para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Keerom, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Keerom, Kepala Distrik Arso, Arso Barat, Kepala Kampung, pengelola Pasar, serta kepala sekolah dan guru dari delapan sekolah di wilayah tersebut.

Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Linus Pasarrang, mewakili Bupati Keerom Piter Gusbager dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif BBPOM Jayapura menggelar forum evaluasi ini sebagai sarana menggalang komitmen bersama lintas sektor.
”Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Jayapura atas inisiatifnya, melalui kegiatan ini kita bersama-sama dapat menggalang komitmen, memetakan dan mengintegrasikan Program Gerakan Keamanan Pangan Desa, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas dan Sekolah yang melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan Tahun 2026 di daerah kita, di Kabupaten Keerom,” ujar Linus Pasarrang dalam arahannya.
Dalam kesempatan itu, Linus menekankan bahwa kegiatan monitoring evaluasi ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengatasi persoalan keamanan pangan yang masih ditemukan di tengah masyarakat, baik di tingkat keluarga, lingkungan sekolah, pasar, maupun usaha pangan desa di seluruh wilayah Kabupaten Keerom.


Ia mencontohkan sejumlah persoalan yang kerap muncul, seperti peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya serta produk pangan yang belum memenuhi standar keamanan yang ditetapkan. Melalui sinergi antara BBPOM Jayapura, jajaran pemerintah distrik dan kampung, pengelola pasar, pihak sekolah, dan Tim Penggerak PKK, Pemkab Keerom berharap ketiga program intervensi keamanan pangan tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan benar-benar memberi perlindungan nyata bagi masyarakat dari risiko pangan tidak aman.
Sementara itu, Kepala BPPOM Jayapura Herianto Baan mengutarakan bahwa kegiatan yang digelar merupakan bagian dari presentasi instruksi Presiden No.3 Tahun 2017 Tentang Peningkatan Efektiftas pengawsan obat dan makanan.
“instruksi tersebut menegaskan bahwa pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam memastikan seluruh prooduk pangan yang beredar di masyarakat itu aman,bermutu dan bermanfaat,” ucapnya.
Lebih lanjut dia mengajak semua pihak untuk aktif dalam aksi kongkrit dalam gerakan masyarakat hidup sehat sadar pangan agar kedepan program ini semakin kuat.
“Apresiasi dan terimakasih setinggi-tinginya kepada pemerintah daerah atas dukungan memperkuat pelaksanaan program intervensi keamanan pangan, semoga semua dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat di Kabupaten Keerom,” tutupnya.


