Timurnewspdate.Com-Keerom // Kader Juru Malaria Desa di Kabupaten Keerom, Papua, turun langsung ke rumah-rumah warga untuk mendata kondisi dan penggunaan kelambu malaria dalam Survei Kelambu Malaria Massal, Selasa (6/10/2026).
Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah. Setiap data yang terkumpul langsung diinput kader melalui aplikasi ONA dan dikirim secara real time. Dengan cara ini, hasil dari lapangan dapat segera dihimpun dan dipantau perkembangannya.
Survei yang dimulai sejak 5 Oktober 2026 ini menyasar 16 kampung. Tiga di antaranya, yaitu Kampung Sanggaria, Yammua, dan Dukwia di wilayah kerja Puskesmas Arso Barat, menjadi lokasi fokus yang sudah didata.

Dalam tiga hingga empat jam, seorang kader rata-rata dapat mendata sekitar 18 kepala keluarga. Data yang dikumpulkan mencakup jumlah kelompok tidur dan anggota keluarga, jumlah kelambu yang diterima pada pembagian kelambu massal sebelumnya, serta kondisi dan penggunaan kelambu. Warga juga ditanya soal pengetahuan dan praktik merawat kelambu.
Kegiatan ini mendapat respons positif karena warga terbuka saat didata. Dalam kunjungan itu, kader menemukan sejumlah kelambu yang rusak, antara lain robek dan sudah tidak layak pakai.
Salah seorang warga RT 11 Kampung Dukwia mengatakan kelambu di rumahnya masih dipakai, tetapi sebagian sudah tidak dalam kondisi baik.
“Kelambunya ada, masih kami gunakan, tapi ada yang kondisinya sudah kurang baik. Sangat bagus pendataan ini, kami harap ada pembagian kelambu baru lagi,” ujarnya.
Dalam beberapa hari ke depan, kader malaria, pendamping kader, dan Program Malaria Perdhaki melalui SSR Dekenat Keerom-2 akan terus mendata dari rumah ke rumah di seluruh wilayah sasaran.
Data lapangan akan diperbarui melalui aplikasi ONA sehingga perkembangan survei dapat dipantau langsung. Hasil pendataan diharapkan menjadi dasar untuk mengetahui kondisi kelambu di tingkat rumah tangga dan kebutuhan penggantiannya. (Red)


